Tugas 1.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1
Alhamdullahirobbilalamin, Segala Puji Bagi
Allah SWT, dan bersyolawat Kepada Baginda Nabi Yakni Nabi Besar Muhammad SAW,
hal ini pantas rasanya diucapkan atas rasa syukur atas nikmat yang telah
diberikan sehingga saya telah sampai pada Fase ini dalam kegiatan Calon Guru
Penggerak Angkatan 6, Mudah mudahan Allah SWT selalu memberikan kemudahan
kedepannya Aamiin Ya Robbal Alamin.
Baiklah Setelah saya meninjau Kembali tugas personal pada Fase Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontektual dan Elaborasi Pemahaman, maka saya mencoba membuat Refleksi dari pengetahuan dan pengalaman baru saya yang sesuai dengan pemikiran -pemikiran Ki Hadjar Dewantara.Apabila kita berbicara mengenai Kekuatan Konteks Sosio-Kultural tentu hal ini akan berbeda beda di setiap daerah, daerah jawa akan memiliki konteks sosio- kultural yang berbeda dengan daerah sumatera hal ini dipengaruhi dengan kodrat alam masing masing, Di daerah saya Kabupaten Kampar Provisnsi Riau banyak sekali Konteks Sosio – Kultural hal ini dipengaruhi oleh daerah saya adalah daerah adat yang sangat kental dengan sendi-sendi kehidupan sosio-kultural salah satu contoh adalah makanan, ada banyak jenis makanan tradisional yang didapat didaeah kabupaten Kampar, namun ada beberapa makanan yang yang terkenal atau venomenal dimana makanan ini akan ada di setiap acara acara sakral salah satu contohnya makanan Palito atau kue Palito yang biasa disebut oleh masyarakat Kampar Kanan Palito.
Makanan tradisional ini tidak akan dikenal oleh
generasi muda kalau tidak dikenalkan oleh para pemuka pemuka kampung, setelah belajar
tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pembelajaran yang sesaui dengan
kodrat alam dan kodrat zaman, kami membuat inisiatif untuk melakukan kegiatan
pembuatan Kanan Palito ini dalam kegiatan atau pembelajaran sekolah, hal ini
tentu sangat sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang menyatakan
pendidikan siswa itu harus sesuai dengan Kodrat Alam dan Kodrat Zaman.
Suasana pembelajaran praktik ini diikuti sangat antusias oleh siswa, dikarenakan mereka sangat penasaran dengan proses pembuatan Kanan Palito tersebut ditambah lagi memereka dibimbing langsung oleh yang ahli dibidangnya yakni tokoh masyarakat yang ahli dalam pembuatan makanan makanan tradisional. Bukan sampai disitu setelah makanan selesai para siswa ditugaskan untuk menjual makanan tersebut kepada majelis guru dan siswa siswa yang lain dan merakan sangat semangat dalam melakukan hal tersebut kemudian hasil penjualan tersebut dimasukkan kedalam uang kas kelas.
Bila kita tinjau, secara tidak langsung kita
sudah mendidik siswa dalam dua hal, pertama yakni proses pembuatan kue dan yang
kedua proses penjualan, diaman siswa diajari bagaimana cara mendapatkan
penghasilan dari hasil kerja mereka sendiri dan diharapkan hal ini dapat
membimbing mereka nantinya untuk menuju kebahagiaan yang setinggi-tingginya.



Alhamdulillah semoga filosofi pendidikan bapak Ki Hajar Dewantara menjiwai guru guru Indonesia dalam mengayomi dan menuntun anak agar selamat dan bahagia sesuai dengan kodrat alam dan kodrat Zamannya
BalasHapusMakasih Atas Kunjungannya pak, Salam Guru Pengerak
Hapus